What Goes Around, Comes Around

October 24th, 2008 by phazone

“No Answer”

Untuk ketiga kalinya berturut-turut, dua kata itu muncul di layar ponsel. Aku hanya bisa memandangnya sambil menghela nafas. Mau kamu apa sih?? Aku bertanya-tanya dengan kesal.

Sudah berminggu-minggu dia menghilang. Tak ada kabar, tak juga menyambut uluran komunikasi. Sms-sms tak dibalas, telfon tak diangkat. Semula aku masih bisa berbaik sangka menghibur diri sendiri. Mungkin dia sedang sibuk, atau sedang menyetir, pikirku. Ketika aku tak bisa menghubunginya di malam hari, bisa saja dia sudah tidur. Dasar bayi, batinku. Jam tidurnya memang lebih awal dari jam tidurku.

Tapi itu dulu. Semakin hari, keadaan tak berubah. Aku mulai berpikir lain. Mungkinkah dia marah?? Adakah aku berlaku salah??

Pertanyaan-pertanyaan berkelebat di benakku. Berbagai teori dan dugaan muncul. Mulai dari yang paling simpel dan logis seperti “dia sedang tidak mood”, mengkhawatirkannya sakit parah, sampai yang paling tak masuk akal semacam “diculik alien dan dibawa ke planet mars”. Namun tak satupun menjawab kegundahan ini.

Akupun mulai menyerah. Berhenti mencoba. Berhenti berharap. Menyadari buaian harapan hanya akan menghempaskan diri ke jurang terdalam. Lagipula hati ini sudah terlalu letih tertatih.

Hanya ketika rindu menyesak, seperti sekarang, kucari lagi namanya di phonebook. Nama unik dalam bahasa jawa yang selalu membuatku tersenyum. Nama yang indah. Hanya saja kali ini, segores perih tertoreh di hati. Putus asa.

  “Sudahlah… Untuk apa kamu terus-terusan menunggunya?? Toh kalian juga sudah sama-sama tahu, kalau hubungan itu tidak akan kemana-mana”, seorang teman mengingatkan.

Ya.. memang benar. Akupun cukup sadar bahwa jurang itu terlalu lebar. Tak satupun dari kami akan sudi menyeberanginya demi sesuatu yang tak pasti. Terlalu banyak yang harus dipertaruhkan, dan untuk manusia-manusia rasional seperti kami, itu tak sepadan.

Mungkin itu juga alasannya menghilang seperti ini. Aku mengerti.

  “Aku cuma tidak ingin berakhir begini”, jawabku muram.

  “Trus mau kamu gimana?”, kejarnya. Aku terdiam. Mencoba mencari tahu jawaban.

  “Yah… setidaknya ada pembicaraan tentang ini” sahutku bimbang.

Teman itu tergelak

  “Pembicaraan? Mana mungkin kalian membicarakan untuk mengakhiri sesuatu yang tak pernah dimulai?? Kamu sendiri, pernahkah membicarakannya dengan mereka? Tidak, bukan?? Face it, dia itu kamu dalam wujud pria. Kamu tahu persis cara berpikirnya”

Aku tersenyum pahit. Mereka. Ya, mereka. Orang-orang yang pernah singgah, datang dan pergi tanpa ada kata-kata.

  “Siyal!!” umpatku sambil turut tertawa.

Temanku yang satu itu memang benar. Sangat benar. Menghadapinya, aku merasa bagai dihadapkan pada sebuah cermin. Kami begitu serupa. Dia sendiri bahkan pernah berkata, aku seperti dapat membaca pikirannya. Coz if i were in his shoes, niscaya akupun akan melakukan hal yang sama.

  “Is this karma??” aku bertanya, masih di antara tawa.

  “Karma rules”

Well… karma does rule.

 

*seperti tertampil pada blog saya yang lain

Galau

June 26th, 2008 by phazone

Aku tak tahu apa yang ada di pikiranmu.

Tapi aku benci kalau kau diam seperti sekarang.

Jika kau khawatir aku akan tergelincir pada sebuah rasa yang tanpa akhir, maka tenanglah.

Akupun tak bermaksud begitu rupa.

Bukan namamu yang tertulis dalam kolom tujuan tiket perjalanan ini.

Kau pemandu yang menuntun dan menemaniku dalam sepotong episodenya.

Bila kau lelah, beristirahatlah.

Biar kucoba lanjutkan perjalanan ini sendiri.

Berbekal kata hati dan arah matahari.

Kan ku kirim merpati bila ku tiba di sana nanti.

Confession

June 2nd, 2008 by phazone

Sore itu, aku melihatmu.

Menangkap sesungging senyum yang kau persembahkan untukku.

Namun maaf bila ku harus berpaling.

Kurasa itu yang terbaik.

Demi aku,

demi kamu,

dan terlebih…dia.

Waktunya Pulang

April 14th, 2008 by phazone

Aku ada payung.

Mengapa hujan harus menghalangiku?

Deja Vu

February 27th, 2008 by phazone

Kaget. Tersanjung. Gak percaya. Geli. Sebel. Lega. Aneh. Melebur jadi satu.

Berasa seleb. Seperti telanjang. Bagai disorot dari belakang. Jadi lucu.

Apa memang semenarik itu untuk diumbar ke khalayak??

Dan bukan cuma satu, tapi DUA kali.

Dasar pria-pria aneh.

Apa sih yang ada di pikiran kalian??

On Recovery

January 28th, 2008 by phazone

Tiba-tiba wajahmu hadir
Menyeruak di antara kabut
Tawarkan genggam untuk menuntun
dan kembalikan senyum

Tolong jangan sekarang
Aku sedang rapuh
Tak kan mampu menopang tubuh bila ku harus terjatuh

Beri aku kesempatan
Biar sembuh dulu luka ini
Agar ringan kakiku melangkah lagi

Lagi Mellow Mode On*

November 7th, 2007 by phazone

Lagi-lagi lagu.

Mungkin emang itu fungsinya yak?? Mengiringi setiap episode dalam kehidupan kita dengan melodi dan tentunya lirik yang mengena. Serasa selalu ada soundtrack yang tepat untuk setiap kisah.

Kali ini potongan dari lirik Soulmate-nya Kahitna. Somehow terasa…pas.

“…
meskipun tlah kau semaikan cinta
dibalik senyuman indah
kau jadikan seakan nyata
seolah kau belahan jiwa

meskipun tak mungkin lagi
tuk menjadi pasanganku
namun ku yakini cinta
kau kekasih hati
…”

October 1st

September 30th, 2007 by phazone

I thought the best part of this day, is because it’s the payday.
But I was wrong.
It’s.. finding u again, seing ur handsome face with that naughty grin.
Making me feel like whatever comes today, it’s worth it.

Lagu Pengantar Tidur

September 26th, 2007 by phazone

Beberapa hari ini, ada sebuah lagu yang selalu dengan setia mengantarkanku ke alam mimpi. CUma satu lagu yang aku ulang dan ulang. Kalo bisa protes mungkin Once sudah mogok nyanyi gara-gara suaranya abis. Gini liriknya:

AKU MAU - ONCE

Kau boleh acuhkan diriku dan anggap ku tak ada
Tapi tak kan merubah perasaanku kepadamu

Ku yakin pasti suatu saat semua kan terjadi
Kau kan mencintaiku dan tak akan pernah melepasku

Aku mau mendampingi dirimu
Aku mau cintai kekuranganmu
Slalu bersedia bahagiakanmu
Apapun terjadi
Ku janjikan aku ada

Kau boleh jauhi diriku namun ku percaya
Kau kan mencintaiku dan tak akan pernah melepasku

Aku mau mendampingi dirimu
Aku mau cintai kekuranganmu
Slalu bersedia bahagiakanmu
Apapun terjadi
Kujanjikan aku ada

Aku mau mendampingi dirimu
Aku mau cintai kekuranganmu
Aku yang rela terluka untukmu selalu

Aku mau mendampingi dirimu
Aku mau cintai kekuranganmu
Slalu bersedia bahagiakanmu
Apapun terjadi
Ku janjikan aku ada

Gimana mo gak senyum-senyum coba dengernya?? Mau doooooonngggg….

SMS Malam Itu

September 18th, 2007 by phazone

Kenapa kita sering beda ya fa?

Sent:
22:38:12
15-09-2007

you think??