Archive for July, 2006

dilarang protes!!!

Monday, July 31st, 2006

Belum juga berangkat, masi dua-tiga jam lagi, tapi pikiranku uda ke mana2. Parahnya, it’s about how would i look. Dengan setelan blazer item dengan kemeja putih garis2 di dalamnya, sepatu kulit hak 5cm warna krem, plus tas burberry coklat baru, ngeret-eret koper di bandara soekarno-hatta, somehow i think i’m cool huehehe. Terlihat keren dan profesional huahaha. Dasar narsis!!

I’m going to bali nih ceritanya. Dan itu menambah efek hepi yang sedikit di atas porsi biasanya hari ini. Coz terakhir (sekaligus pertama kalinya) aku ke bali kan pas kelas empat eS-De, itupun ikut rombongan piknik kantornya bapak (well.. nggak usa diucapkan, mungkin aku emang mengenaskan dalam hal ini). Lagian aku ngiri banget waktu beberapa minggu yang lalu para sepupu yang biasa jadi partner in crime-ku dengan cerianya berlibur ke bali sementara aku harus berkutat dengan tumpukan kerjaan di kantor. Makanya begitu dapet kesempatan ke bali (meski dalam rangka dinas) aku gak tahan buat gak nelfon mereka. Setidaknya pasti beda lah akomodasi travellingnya backpacker ama anggota delegasi negara (sombongnya kumat, biar para sepupu tercinta itu gantian ngiri >=] ).

Tapi ntar di sana bisa jalan2 (plus belanja) ga ya? Jadi penasaran.. Moga aja bisa

job things..

Thursday, July 27th, 2006

Kemarin, selepas maghrib baru aku pulang dari kantor dengan janji pada diriku sendiri untuk menyelesaikan pekerjaan yang menunda jam pulangku besok dengan datang lebih pagi. Sambil menunggu bis kota, aku mengingat apa saja yang terjadi sepanjang hari itu, dan menghela nafas panjang. And then i smiled. Dan sebuah pikiran terlintas di benakku. I love my job. Seperti berada di sebuah titik yang pernah terbayang di anganku sebelumnya. Hanya saja ini nyata.

I do love my job now.

Kata2 yang tak pernah terucap satu setengah bulan yang lalu.

It’s an answer to my prayer.

Tadi, ketika aku berkunjung ke tempat lamaku, ada omongan2 menyindir yang aku tau pasti ditujukan padaku. They talked about loyalty, public servant commitment etc. I don’t care. Mereka tidak mengalaminya. Atau mungkin, mereka mengalaminya, hanya saja tidak seberuntung aku yang kemudian "tertolong" melalui kekuasaan-Nya.

Thank God for answering my prayers. Terima kasih juga kepada mereka yang baik secara langsung maupun tidak langsung terlibat dalam skenario-Nya. I really appreciate it. It means so much to me.

not an ordinary dream

Sunday, July 16th, 2006

It was a nightmare. Mungkin tidak seburuk itu, tapi cukup untuk membuatku tidak tenang. Karena terakhir kali mendapat mimpi serupa, skripsiku macet tiga minggu, ga mau pulang empat bulan, berat badanku turun drastis (it’s not a good thing. Mukaku jadi aneh, ada yang bilang kayak tengkorak hiyy!!), kondisi fisikku sama kacaunya dan sangat menggambarkan apa yang terjadi pada psikisku saat itu. Belum lagi saking ruwetnya aku sampe bersahabat sama apa yang sebelumnya sangat aku benci (bukan narkoba koq, aku masi tetep say no to drugs! ). Sampe sekarangpun masi meninggalkan trauma yang cukup dalem.

Dan sekarang terjadi lagi.

Mimpi itu hanya sekedar alarm peringatan akan apa yang baru aku ketahui pagi ini. A similar thing. Bukan sama persis tapi similar. Dan bikin aku kembali ke pusaran waktu lengkap dengan sensasi-sensasi kengerian efek trauma.

Apa aku akan menjadi seperti ketika hal itu terjadi lagi? Semoga tidak. Semoga tidak. Semoga tidak.

temptation

Wednesday, July 12th, 2006

What would you do if…

You’ve been wanting a tiramisu for years. You fell for it even since the first day you saw it at the bakery. It looks so tempting, delicious, and good looking. You couldn’t resist of admiring the brown and white colour, the scent of coffee, the texture, the taste, and imagining how it would melt in your mouth. But that was all you could do. You couldn’t make it real since..you commit yourself not to consume coffee, let’s say..you’re allergic to coffee or you had enough of caffeine. So you never dare to taste it. But you never able to get the tiramisu out of your head.

One day, you saw a cheese cake at the same bakery. It doesn’t contain caffeine or coffee at all, so you dare to taste it. Well..it’s delicious. So cheezy and made you want it more and more. But you never stop thinking about the tiramisu.

Today, the tiramisu is on sale. There’s an irresistable discount and even there’s a free sample, right in front of you.

You had already bought a cheesecake, but the tiramisu is so tempting..could you resist?

FORZA AZZURI!!!

Monday, July 10th, 2006

ITALIA JUARA DUNIA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Apa ada yang lebih menyenangkan daripada melihat tim (dan orang2) yang membuatku jatuh cinta pada sepak bola begitu berbahagia dengan kemenangan yang mereka raih setelah perjalanan panjang yang tidak mudah?

Feels like heaven.

Aku bahkan masi saja terharu dan nyaris menangis (lagi) setiap kali melihat, membaca, or mendengar tentang kemenangan itu dan histeria massa yang terjadi karenanya.

VIVA ITALIA!!!!!!

You deserve it =>