Archive for March, 2007

Pizza Saus Kecap

Tuesday, March 27th, 2007

Sometimes things just not meant to be together. And we shouldnt be bother searching the reason why coz they’re just…not…meant to be together.

Seperti dua jenis makanan yang saya sukai misalnya: pizza dan kecap1.

Saya sangat suka pizza, seperti halnya kesukaan saya pada masakan manis yang biasanya mengikutsertakan peran kecap. Tapi sesuka apapun saya pada pizza, baik mini pizza asal bikinan sendiri ataupun super supreme-nya Pizza Hut dengan stuffed crust, sepertinya saya akan berpikir beribu atau mungkin berjuta kali untuk mencampurkan kecap pada potongan pizza yang saya makan. Dan kalopun memang saya bisa se-iseng itu berdasarkan prinsip kuriositas, saya nggak yakin kalo akan menikmatinya seperti halnya jika saus tomat, saus cabe atopun keju parmesan yang saya tambahkan pada pizza itu.

Kita semua tau itu bukan masalah kecapnya merk apa, mahal ato murah, beli di hero ataupun di warung sebelah rumah.. tapi karena.. itu kecap. Dan seenak apapun pizza, akan ancur rasanya kalo dipadu ama kecap3. Mungkin kecap cocok untuk dicampurin pada semangkuk soto ayam, nasi goreng, bubur ayam, semur daging, bahkan sekedar nasi putih ama telor ceplok sekalipun. Tapi pizza?? It’s a big NO NO. Dan kita tidak bisa menyalahkan salah satu pihak karena memang dua-duanya ga bisa nyampur dengan sempurna pada lidah kita2.

The point is…ada kalanya kita harus give up on something. Bukan karena kita tidak menginginkannya. Bukan juga karena sesuatu itu yang tidak layak untuk diperjuangkan. Tapi lebih pada being realistic. That sometimes..things just not meant to be together4.

1) Mohon maaf kalo contoh yang saya utarakan di sini agak asal. Tapi memang dua hal itulah yang tau2 pop up di kepala saya ketika memikirkan topik ini.

2) Memang si..ada seorang kenalan yang saking tergila-gilanya pada kecap dia mencampurkan kecap, dalam jumlah yang sangat banyak, pada setiap jenis makanan yang disantapnya, termasuk pada pizza. Bahkan kadang beliau sampe bela-belain bawa botol kecap sendiri, dalam kemasan kecil tentunya, ketika bepergian just in case tidak dapat menemukan kecap di tempat yang ditujunya. Tapi sepertinya hanya ada one in a million manusia yang seperti ini, jadi beliau tidak dapat digunakan sebagai sampel yang signifikan dalam kasus ini.

3) Kecuali kalo emang ada seorang chef, mungkin dari sebuah hotel berbintang entah berapa atopun jebolan acara adu memasak antar chef yang ditayangin di salah satu stasiun tv swasta itu, yang membuat penemuan resep baru pizza dengan topping tumis kangkung ato sejenisnya (yang tetep aja terdengar aneh di telinga).

4) Well…saya memaklumi kalo anda jadi sedikit bingung karena tulisan yang berbelit-belit dan berputar-putar ini. Jangankan anda…saya yang menulis saja juga nggak ngerti ini tulisan kenapa jadi seperti ini. Mohon dimaklumi..

Another Unconvenient Conversation

Monday, March 19th, 2007

We had this before. A couple years ago. And i really wish that’d be the last. But we did it again. A different object, similar case. Maybe it’s me, being stubborn. Maybe it’s your uncompromized thing. Maybe it’s destiny…

Whatever it is…

Let’s just see what it’s going to be

Sepotong Maaf yang Tak Terucap

Wednesday, March 14th, 2007

Ada kalanya lidah ini seperti tertahan untuk melepaskan sebuah kata.

Hanya melewatkan jeda waktu yang tersisa..dalam diam…

"Maaf.."