Pizza Saus Kecap
Sometimes things just not meant to be together. And we shouldnt be bother searching the reason why coz they’re just…not…meant to be together.
Seperti dua jenis makanan yang saya sukai misalnya: pizza dan kecap1.
Saya sangat suka pizza, seperti halnya kesukaan saya pada masakan manis yang biasanya mengikutsertakan peran kecap. Tapi sesuka apapun saya pada pizza, baik mini pizza asal bikinan sendiri ataupun super supreme-nya Pizza Hut dengan stuffed crust, sepertinya saya akan berpikir beribu atau mungkin berjuta kali untuk mencampurkan kecap pada potongan pizza yang saya makan. Dan kalopun memang saya bisa se-iseng itu berdasarkan prinsip kuriositas, saya nggak yakin kalo akan menikmatinya seperti halnya jika saus tomat, saus cabe atopun keju parmesan yang saya tambahkan pada pizza itu.
Kita semua tau itu bukan masalah kecapnya merk apa, mahal ato murah, beli di hero ataupun di warung sebelah rumah.. tapi karena.. itu kecap. Dan seenak apapun pizza, akan ancur rasanya kalo dipadu ama kecap3. Mungkin kecap cocok untuk dicampurin pada semangkuk soto ayam, nasi goreng, bubur ayam, semur daging, bahkan sekedar nasi putih ama telor ceplok sekalipun. Tapi pizza?? It’s a big NO NO. Dan kita tidak bisa menyalahkan salah satu pihak karena memang dua-duanya ga bisa nyampur dengan sempurna pada lidah kita2.
The point is…ada kalanya kita harus give up on something. Bukan karena kita tidak menginginkannya. Bukan juga karena sesuatu itu yang tidak layak untuk diperjuangkan. Tapi lebih pada being realistic. That sometimes..things just not meant to be together4.
1) Mohon maaf kalo contoh yang saya utarakan di sini agak asal. Tapi memang dua hal itulah yang tau2 pop up di kepala saya ketika memikirkan topik ini.
2) Memang si..ada seorang kenalan yang saking tergila-gilanya pada kecap dia mencampurkan kecap, dalam jumlah yang sangat banyak, pada setiap jenis makanan yang disantapnya, termasuk pada pizza. Bahkan kadang beliau sampe bela-belain bawa botol kecap sendiri, dalam kemasan kecil tentunya, ketika bepergian just in case tidak dapat menemukan kecap di tempat yang ditujunya. Tapi sepertinya hanya ada one in a million manusia yang seperti ini, jadi beliau tidak dapat digunakan sebagai sampel yang signifikan dalam kasus ini.
3) Kecuali kalo emang ada seorang chef, mungkin dari sebuah hotel berbintang entah berapa atopun jebolan acara adu memasak antar chef yang ditayangin di salah satu stasiun tv swasta itu, yang membuat penemuan resep baru pizza dengan topping tumis kangkung ato sejenisnya (yang tetep aja terdengar aneh di telinga).
4) Well…saya memaklumi kalo anda jadi sedikit bingung karena tulisan yang berbelit-belit dan berputar-putar ini. Jangankan anda…saya yang menulis saja juga nggak ngerti ini tulisan kenapa jadi seperti ini. Mohon dimaklumi..
March 27th, 2007 at 6:59 pm
Bagus.. Bagus banget..
Terutama di paragraph terakhir.. Bener2 tembus, masuk ke hati..
Analogi yang gak akan pernah muncul di otak ku yang sempit ini..
I will not forget this..
March 27th, 2007 at 8:37 pm
“sangat realistis…”
bertahanlah…
March 27th, 2007 at 9:25 pm
well..penganalogian yang bagus saudari ulf ;). kapan kita makan pizza lagi sambil keep on saying :mau mr.big!!
life goes on, be strong and try to enjoy it sist!
March 28th, 2007 at 2:27 am
saus kecap…? saus + kecap…?
hmmm….
kayaknya tu jg ‘not meant to be together deh…’
contohnya:
tukang obat suka dibilang ‘ngecap’ karena boong doang bukan ‘nyaoskecap’, harap ini diperhatikan.
terimakasih
April 1st, 2007 at 10:07 pm
uhm…
analogi situasi?
postingan yg bagus..jelas..tapi tidak vulgar…
caio!!!
March 2nd, 2008 at 8:05 pm
pizza dan saus, juga cuman sebagai kebiasaan, coba kalau dari dulu pizza bergandengan dengan kecap, ga akan terdengar aneh, seperti mac D versi indonesia yang disertai nasi, sebuah kebiasaan bukan? apa salahnya mencoba, gaada yang salah dengan mencoba, karena dengan tidak mencoba kita ga tahu tentang kebenaran itu sendiri, itu menurut saya, karena terus terang kalau saya enak itu manis, saya akan merasa sangat aneh ada roti kok dikasih saus, tapi saya mencoba emang rasanya gimana sih?ooohhh kayak gini so saya bisa ambil kesimpulan karena udah mencobanya, dan bisa jelasin ooo gini lho oooo gitu lho, walau tak semuanya harus dicoba, tapi berdasarkan pengamatan dan pengalaman aja, ga ada salahnya mencoba, karena sejak lahir kitapun sebagai pemenang, mbulet ya?kita hanya berpikir saja, coba berapa ratus sel sperma yang berkejaran mencari sel telur? ada bemilyar2 banyaknya dan ternyata kita pemenangnya, cuma ada satu sperma yang bertemu sel telur, ya meskipun ada dua jadi kembar dua, tapi sejak dirahim kita ini pemenang, so menurut saya harus dicoba, apapun hasilnya setidaknya kita tahu dan pernah merasakan dan tetep berpikir logika tentunya, tanpa mencoba tak ada yang namanya KFC, tak mencoba gaada yang namanya honda, tak mencoba gaada yang namanya lampu
piss
July 5th, 2008 at 9:06 pm
ada benernya jg klo pizza pake kecap seeh pasti aneh lah…tp menurut saya klo pake campuran laen dan topingna yg pas pasti enak seh…di tempat kerja saya jg ada pizza yg menurut orang laen aneh seh…Pizza Oncom…peminatnya lumayan banyak karena pake saos yg pas dan topingan yg pas juga