Sepotong Maaf yang Tak Terucap

Ada kalanya lidah ini seperti tertahan untuk melepaskan sebuah kata.

Hanya melewatkan jeda waktu yang tersisa..dalam diam…

"Maaf.."

2 Responses to “Sepotong Maaf yang Tak Terucap”

  1. pratiwi Says:

    Kenapa kata indah itu begitu sulit terucap, padahal dengannya..bunga mekar akan tersenyum..matahari makin hangat..dan debu pun jadi hiasan hari menjelang kelam..Maaf-maaf..apakah kan singgah, kan terkenang, kan terucap??

  2. oelpha Says:

    waduh wi…kayaknya tulisanmu yang lebi cocok masuk kolom utama deh daripada masuk comments hehehe…

    thanx ya sist… =>

Leave a Reply