Entah

August 29th, 2007 by phazone

+ : Kamu mau apa buat kado ulang tahunmu?
- : Mmm…aku mau kamu ajah.
+ : Bukannya dari dulu aku emang uda jadi milik kamu?
- : Aku maunya kamu di sini. Sekarang.
+ : Trus aku mo ngapain kalo di sana? Jangan-jangan tar mala kamu cuekin, karena kamu asik dengan pacarmu.
- : Pacar yang mana? Kan kamu.
+ : Ga tau ya.. Kan biasanya kamu selalu banyak penggemar? Masa ga ada satupun yang cocok?
- : Aku maunya kamu.
+ : Emang si kalo uda ngomong masalah ati emang sulit. Tapi apa kamu gak bakal nyesel, kalo apa yang kamu inginkan ga kesampean?
- : Jangan kuatir. Aku cukup realistis kok.

Weekend Movies

April 23rd, 2007 by phazone

Weekend kemaren aku kenyang nonton film, baik dvd maupun bioskop, film lama maupun baru, uda nonton berkali2 maupun baru kali itu. Here’s the list n sekilas kesan tentang film2 tersebut:

- ICE AGE 2

Baru sempet nonton setelah sekian lama. Cukup menghibur. Meski gak se-menyentuh film pertamanya. Endingnya juga seperti dipaksakan happy ending karena helloo…ini kan film anak2..sebagai penonton mereka pasti bakal kecewa banget kalo tokoh-tokoh utama kesayangan mereka jadi pada punah kena banjir besar, dan itu tidak baik untuk penjualan tiket.

- THE TIGER AND THE SNOW

Kenal ini film di Jiffest lalu, tapi baru nonton di dvd. Bagus. Cinta Attilio, seorang penyair, terhadap Vittoria begitu tulus meskipun sudah berkali-kali Vittoria menolaknya. Mengetahui Vittoria sakit parah, Attilio menempuh jarak dan berbagai rintangan untuk bisa mencapai Irak, dan mendapatkan obat-obatan bagi kekasihnya. Bener-bener unconditional love yang bakal bikin lumer deh…

- THANK YOU FOR SMOKING

Semula agak gak yakin ketika liat cover film ini dengan si cantik Katie Holmes terpampang di sana. Paling juga sekedar pelengkap di antara koleksi film-film Katie Holmes yang lain (dunia juga uda tau kalo orang yang meminjamkan dvd ini pada saya memang penggemar berat Mrs. Cruise). Ternyata film ini bagus. Humor cerdas yang membuat kita tertawa sambil berfikir, berfikir sambil tertawa. Wajib ditonton bagi para perokok maupun yang anti rokok.

- LOVE ACTUALLY

Film ini sudah berkali-kali saya tonton tapi gak bosen-bosen juga. Berbagai tokoh, dalam berbagai kondisi, berbagai cerita..tentang cinta. Bukan hanya cinta antara laki-laki dan perempuan, tapi juga cinta antara ayah dan anak, adik dan kakak, manajer dan artis…banyak deh… A must see Love Movie.

- TANGLED

Tidak ingat berapa kali saya menonton film ini. Dua di antaranya dua hari berturut-turut di bioskop Mandala21 ketika masih di Malang dulu. Film ini jugalah yang membuat saya jatuh cinta pada seorang Jonathan Rhys Meyers. Sebuah film tentang persahabatan, cinta, pengkhianatan.. Tagline "The best friends make the worst enemies" adalah kuncinya.

- MATCH POINT

Sebuah film lama garapan Woody Allen yang pertama kali saya tonton di Jiffest lalu. Tapi bukan Woody Allen yang jadi alasan saya menonton film ini melainkan.. hehehe… lagi-lagi JRM. Terlepas dari pesona JRM yang sedemikian rupa menyilaukan saya, film ini memang bagus. Tentang seorang pelatih tenis yang menikahi seorang perempuan kaya, namun tergoda oleh mantan pacar kakak iparnya, terlibat affair, yang berujung dengan pembunuhan.

- MISSION IMPOSSIBLE 3

Believe it or not, baru kali ini saya nonton ini film. Ada…aja yang bikin saya selalu urung menontonnya. Kalo saya bilang si…biasa. Close up wajah Tom Cruise narsis yang menuh-menuhin layar terasa ngganggu banget. wong saya nonton film ini karena ada JRM-nya kok, yang nongol mala Tom Cruise. Action-nya lumayan.. sayang… JRM-nya kurang banyak nongol hehehe…

- JE’ MAPPELLE ELIZABETH

Alasan saya nonton film ini memang konyol. Bukan filmnya, tapi karena film ini diputar di Blitz Megaplex yang notabene saya belum pernah cicip nonton di sana. Setelah muter-muter hampir nyasar di antara bangunan yang belum jadi, beberapa kali tanya satpam, akhirnya sampe juga saya di lantai delapan Grand Indonesia. Filmnya sendiri…lumayan… tentang Elizabeth, anak seorang direktur rumah sakit jiwa yang menyembunyikan seorang pasien yang kabur bernama Yvonne. Sisi lain dunia anak-anak yang digambarkan secara artistik dan unik khas film-film Perancis.

- COUERS

Kalo film yang ini saya tonton karena dapet tiket gratisan dari seorang teman yang sudah terlanjur dapet tiket, tapi ternyata gak bisa nonton karena harus ke luar kota. Seperti halnya Love Actually, tokoh-tokoh dalam film inipun berdiri dengan cerita masing-masing yang terhubung sedemikian rupa di antara salju kota Paris.

Hmm…Weekend yang menyenangkan. Untuk itu saya ingin berterimakasih kepada tiga orang sahabat yang telah berbaik hati meminjamkan dvd-dvdnya, memberikan tiket gratis, menemani saya jalan-jalan, maupun merelakan pertandingan Arema dan GP favoritnya untuk menemani saya nonton film. No doubt.. You’re my best. You know who you are…

Pizza Saus Kecap

March 27th, 2007 by phazone

Sometimes things just not meant to be together. And we shouldnt be bother searching the reason why coz they’re just…not…meant to be together.

Seperti dua jenis makanan yang saya sukai misalnya: pizza dan kecap1.

Saya sangat suka pizza, seperti halnya kesukaan saya pada masakan manis yang biasanya mengikutsertakan peran kecap. Tapi sesuka apapun saya pada pizza, baik mini pizza asal bikinan sendiri ataupun super supreme-nya Pizza Hut dengan stuffed crust, sepertinya saya akan berpikir beribu atau mungkin berjuta kali untuk mencampurkan kecap pada potongan pizza yang saya makan. Dan kalopun memang saya bisa se-iseng itu berdasarkan prinsip kuriositas, saya nggak yakin kalo akan menikmatinya seperti halnya jika saus tomat, saus cabe atopun keju parmesan yang saya tambahkan pada pizza itu.

Kita semua tau itu bukan masalah kecapnya merk apa, mahal ato murah, beli di hero ataupun di warung sebelah rumah.. tapi karena.. itu kecap. Dan seenak apapun pizza, akan ancur rasanya kalo dipadu ama kecap3. Mungkin kecap cocok untuk dicampurin pada semangkuk soto ayam, nasi goreng, bubur ayam, semur daging, bahkan sekedar nasi putih ama telor ceplok sekalipun. Tapi pizza?? It’s a big NO NO. Dan kita tidak bisa menyalahkan salah satu pihak karena memang dua-duanya ga bisa nyampur dengan sempurna pada lidah kita2.

The point is…ada kalanya kita harus give up on something. Bukan karena kita tidak menginginkannya. Bukan juga karena sesuatu itu yang tidak layak untuk diperjuangkan. Tapi lebih pada being realistic. That sometimes..things just not meant to be together4.

1) Mohon maaf kalo contoh yang saya utarakan di sini agak asal. Tapi memang dua hal itulah yang tau2 pop up di kepala saya ketika memikirkan topik ini.

2) Memang si..ada seorang kenalan yang saking tergila-gilanya pada kecap dia mencampurkan kecap, dalam jumlah yang sangat banyak, pada setiap jenis makanan yang disantapnya, termasuk pada pizza. Bahkan kadang beliau sampe bela-belain bawa botol kecap sendiri, dalam kemasan kecil tentunya, ketika bepergian just in case tidak dapat menemukan kecap di tempat yang ditujunya. Tapi sepertinya hanya ada one in a million manusia yang seperti ini, jadi beliau tidak dapat digunakan sebagai sampel yang signifikan dalam kasus ini.

3) Kecuali kalo emang ada seorang chef, mungkin dari sebuah hotel berbintang entah berapa atopun jebolan acara adu memasak antar chef yang ditayangin di salah satu stasiun tv swasta itu, yang membuat penemuan resep baru pizza dengan topping tumis kangkung ato sejenisnya (yang tetep aja terdengar aneh di telinga).

4) Well…saya memaklumi kalo anda jadi sedikit bingung karena tulisan yang berbelit-belit dan berputar-putar ini. Jangankan anda…saya yang menulis saja juga nggak ngerti ini tulisan kenapa jadi seperti ini. Mohon dimaklumi..

Another Unconvenient Conversation

March 19th, 2007 by phazone

We had this before. A couple years ago. And i really wish that’d be the last. But we did it again. A different object, similar case. Maybe it’s me, being stubborn. Maybe it’s your uncompromized thing. Maybe it’s destiny…

Whatever it is…

Let’s just see what it’s going to be

Sepotong Maaf yang Tak Terucap

March 14th, 2007 by phazone

Ada kalanya lidah ini seperti tertahan untuk melepaskan sebuah kata.

Hanya melewatkan jeda waktu yang tersisa..dalam diam…

"Maaf.."

Betcha Neva

February 7th, 2007 by phazone

…Betcha neva betcha neva
Betcha neva thought we’d get this far
Betcha neva never ever
Betcha neva thought you’d touch my heart
Betcha neva betcha neva
Betcha neva thought that I’d surrender
Betcha neva thought that you would ever get with me
I Betcha neva thought of that…

Betha neva - Tata Young

The Water is Coming !!!!

February 1st, 2007 by phazone

Gilak!!!!! Hari ini kantor sepi amat yak??

Semalem emang ujan deres banget, pake acara listrik mati pula, sampe tadi aku berangkat ke kantor masi belum nyala juga. Dengan mata lengket n kuping kebrebegen beberapa temen kos yang ribut2 minta lilin (ngapain minta lilin? Tengah malem gitu…Abis ngidupin lilin juga ditinggal tidur lagi. Daripada beresiko mengakibatkan kebakaran, na’udzubillahi mindzalik, gara2 ninggal lilin tanpa pengawasan, kan mending tidur lagi aja. Sama2 gelap kan…), sempet terlintas di pikiran, gak mungkin nih kalo ujan sederes ini ga ada daerah yang kebanjiran. Jakarta gitu….

Dan terjadilah…. (waduh..ko jadi ngerasa bersalah ya??)

Kosku si aman2 aja. Berangkat ke kantor juga lancar, cuma sempet ngegulung celana pas harus ngelewatin salah satu bagian jalan yang emang tergolong rendah dan tergenang setinggi 30cm-an. Tapi belum lama sampe kantor uda ada telfon dari Santi, temen seruangan yang bilang gak bisa masuk coz kosnya di Budi Luhur kebanjiran sepinggang. Tri yang di Pejompongan juga bernasib serupa. Sms-sms mengkhawatirkan keadaanku berdatangan dari temen2 yang di luar Jakarta menanyakan apa tempatku kebanjiran (thanx for the attention guys…luv ya all…). Rupanya berita banjir yang melanda Jakarta sudah tersampaikan ke seluruh penjuru tanah air.

Jadilah telfon ke sana kemari ngecek keadaan orang-orang tersayang yang kebetulan berlokasi di Jakarta. Keluarga Bulek Tik di Halim, aman. Mba Indri ama mas Iftah di Tanah Abang, banjir uda masuk ke bagian belakang rumah, lagi nyelametin barang2 ke lantai dua buat antisipasi. Dod di Benhil sampe detik ini ditelfon ga bisa, disms ga kekirim mulu. Kiki belum ada kabar juga, tapi dia si kostnya deket2 kantor aja, jadi kayaknya aman. Yang ga kena cek, mohon maap, bukannya ga sayang…tapi ga enak aja terlalu banyak manfaatin telfon kantor buat urusan pribadi hehehe….

Ibu-ibu di kantor yang uda lebi lama menghuni kota ini (kalo aku kan belum genep setahun di sini) bilang banjir kali ini bahkan lebi parah dari yang terjadi lima tahun lalu.

Apapun yang terjadi… Semoga banjir ini dapat segera berlalu dan teratasi.

Rudi Soedjarwo emang KURANG AJARR!!!!!

January 2nd, 2007 by phazone

Ceritanya semalem abis nonton film Pocong 2. Emang ga biasanya si aku bela2in nonton film horor (1), Indonesia (2), di bioskop pula. Yang satu inipun kalo bukan gara2 diprovokasi Dod (3), yang bilang kalo film ini adalah horor Indonesia terbaik yang perna dia liat, ditambah Q, yang selama ini aku kenal sebagai salah satu kru Ravenclaw yang pemberani dan telah berpengalaman dalam berinteraksi dengan "dunia lain", sampe ga berani tidur sendirian di kost abis nonton ini film, juga ga bakal penasaran buat nonton.

Karena ga punya cukup keberanian untuk memenuhi rasa penasaranku sendirian, akupun ganti memprovokasi temen2 kru bpksdm buat nonton ini film. Kebetulan Agung, sala satu anggota tim, emang lagi pengen nonton film ini. Fakta bahwa beberapa hari yang lalu Buset n Bayu ultah, membuat mereka menjadi target yang sempurna untuk dipalakin traktir kita nonton. Dengan kekompakan yang selama ini kita punya dalam menjalankan tupoksi untuk bersenang-senang, jadilah kita berangkat bertigabelas ke Blok M Plaza. Dua belas orang nonton Pocong 2, satunya lagi cari aman dengan nonton Happy Feet di studio lain. Mengisi penuh satu deret di barisan ketiga dari layar, mulailah Rudi Soedjarwo dengan kurang ajar-nya mempermainkan kami.

Gila!! Ini film gila!! Asli bikin puas tereak2. Sampe kita keluar studio pun jantung masi belum bisa berdetak dengan kecepatan normal. Waktu makan sesuatu yang berkuah setelah nonton, masi kebayang penampakan di sala satu adegan. Istilah "temu kangen" jadi sesuatu yang mengerikan. Jadi bersyukur punya kamar kost yang harganya lumayan menguras kantong. Jadi tidur dengan semua lampu dan tv menyala (4). Seorang teman ikut jadi korban ngobrol panjang via telfon sebelum tidur, sebagai pengalih, biar bukan film itu yang jadi last thing on my mind sebelum tidur. Dan berhasil sih.. ga sampe kebawa mimpi. Tapi tetep aja tidur ga bisa nyenyak. Jadi bangun2 mulu, dan tiap kali bangun adegan2 "mengesankan" (5) dalam film itu seperti terputar ulang di benak.

Ampuuuuuuuuuunnn!!!!!

Buat kalian penggemar film horor, ataupun bukan, yang kecewa dengan film2 horor lokal macem Rumah Pondok Indah, The Soul, Kuntilanak, dll-sb-sj… ga bakal terjadi lagi dengan film yang satu ini.

Rudi Soedjarwo emang T-O-P deh!!!

Note:

(1) Meski sering ngaku movielover yang doyan nonton segala jenis film, tapi selama ada pilihan genre lain, emang aku cenderung menghindari untuk nonton film horor. Cari penyakit aja. Bikin ga bisa tidur n jadi paranoid.

(2) Amit-amit nuwun sewu pada film maker lokal ber-genre horor. Tapi diakui atau tidak film horor Indonesia dari jaman dahulu kala emang lebi banyak ngaco-nya daripada yang masuk akal. Cuma mengandalkan make up hantu yang nggilani dan keliatan banget kalo buatan. Spesies2 hantu yang ditampilkan pun itu2 aja dan dengan penampakan yang serupa dari satu film ke film lainnya.

(3) Sejarah selama bergaul dengan movie freak yang satu ini telah membuktikan rekomendasinya tentang film sangat terpercaya. Secara… selera kita tentang film, musik, dan banyak hal lain hampir sama.

(4) Bukannya tidak mengindahkan anjuran hemat listrik, tapi semalem emang butuh denger suara-suara normal buat menuhin kuping, biar gak ngebayangin suara-suara aneh efek pasca nonton film horor, biar bisa tidur.

(5) Sayang sekali adegan "mengesankan" yang nongol di sini bukannya tokoh Wisnu yang ganteng dan ehm… sexy, tapi justru penampakan-penampakan menyeramkan yang bikin paranoid.

Mine*

December 25th, 2006 by phazone

I wait in the darkness.
Frozen winds surround my face.
In the cover of darkness I can make believe it’s you.
I feel you like the rain,
I feel you like a storm cloud building in my heart.
I wonder if you know the pain, to want the one thing you haven’t got.

Just a twist in time …and you could be mine
Just a sip of wine …and you could be mine
Just a kiss divine

A hand brushes by my love.
A smile fuels a steel inferno
You don’t have to die to leave my world.
Stand still and you’ve departed.
It seems I’m not on your mind and I’m wasting my time.
I’m just a fool to believe.
In the death of the night can you feel me inside?
I wish that you could conceive..

Just a twist in time …and you could be mine
Just a sip of wine …and you could be mine
Just a kiss devine …and you could be mine

Won’t you leave me in the darkness.
Take away the pride, all the dignity that’s burning inside.
Can’t you see I’m standing naked.
I’ll bear all the crosses and the crucifixes you can provide.
If you could decide.

Just a twist in time …and you could be mine
Just a sip of wine …and you could be mine
Just a kiss divine …and you could be mine

*) lagu lamanya Savage Garden yang akhir2 ini sering diputar di winamp-ku.

Jadi kangen my mom…

December 21st, 2006 by phazone

Duapuluh Dua Desember Duaribu Enam…

It’s Mother’s Day

Pagi ini di kantor diadakan upacara dengan semua petugas perempuan untuk memperingatinya. Tidak semua sih..Inspektur upacaranya tetep aja laki-laki. Apa ini berarti masih saja ada posisi yang ditabukan untuk dipegang perempuan? Entahlah…Itu hanya pemikiran yang terlintas di benakku ketika melihatnya.

Peringatan hari ibu ini justru mengingatkanku pada salah satu film yang aku liat di Jiffest kemaren. Sebuah film dari UK dan USA karya seorang Anthony Minghella berjudul Breaking and Entering.

Film ini mengisahkan tentang seorang arsitek bernama Will (Jude Law) yang kantornya beberapa kali menjadi incaran perampok, di antaranya kelompok Miro. Hingga suatu saat, Will yang memang sengaja menunggu di depan kantornya, menangkap basah Miro yang sedang beraksi hendak merampok lagi. Will pun mengejar Miro, hingga menemukan tempat tinggalnya. Rasa penasaran tentang perampok muda yang membobol kantornya tersebut membuat Will datang di lain hari, dan bertemu dengan Amira (Juliette Binoche), ibu Miro, yang seorang pengungsi Bosnia. Pertemuan itupun berkembang menjadi sebuah hubungan yang lebih dekat lagi. Ketika Amira mengetahui maksud awal Will masuk ke kehidupannya, Amirapun berusaha melakukan segala cara untuk melindungi putranya dari tangkapan polisi.

Perjuangan Amira inilah yang begitu menyentuh. Naluri seorang ibu untuk melindungi anaknya, membuatnya melakukan apa yang sebenarnya tidak diinginkannya (terlihat dari sorot mata yang memancarkan ketidaknyamanan), mengiba, memohon, hanya agar anaknya jangan sampai ditangkap polisi. Dan memang hanya itulah tujuannya. Tidak lebih. Ketika anaknya sudah dalam posisi aman, diapun tidak meminta apa-apa lagi. Sekalipun hal itu menghancurkan hatinya.

Untuk semua ibu di dunia… Terima kasih telah mewarnai dunia dengan ketulusan cinta kasih yang tiada berbatas. Kalianlah pahlawan yang sebenarnya…

Love u mom…